Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Tuesday, 11 February 2014

Selangkah Lebih Dekat Dengan Rubath Tarim

Berdirinya Rubath Tarim merupakan hasil musyawarah para ulama Tarim dari keluarga A-Haddad, As-Sirri, Al-Junaid dan Al-Arfan untuk mendirikan sebuah Rubath (ma’had) yang kemudian dinamakan “RUBATH TARIM”. Persyaratan bagi calon pelajar juga dibahas pada kala itu, kriteria utama antara lain: calon santri adalah penganut salah satu mazhab dari empat mazhab fiqh (Maliki, Hanafi, Syafi’i, dan Hambali) dan dalam aqidah bermazhab Asy’ariyah (mazhab Imam Abi Hasan Al-Asy’ari) .

Tuesday, 4 February 2014

Serambi Tarim #BagianPertama

Serambi TarimINILAH TARIM ; IBU KOTA KEBUDAYAAN ISLAM 2010

Ibu Kota Spiritual
Sederhana, mungkin itulah ungkapan yang pas mendekripsikan bagaimana Tarim. Anda jangan pernah membayangkan Tarim sebagai sebuah kota metropolitan yang jalanannya macet, lalu lintasnya ramai dengan klakson kendaraan, gedung pencakar langit di sana-sini, serta jenis kemewahan lainnya. Tarim tidak seperti Kairo, Dhoha, atau Sana’a.

Monday, 20 January 2014

Mengenal Lebih Jauh Universitas Al-Ahgaff Yaman

Tentang Universitas Al-Ahgaff Yaman

  Universitas Al-Ahgaff didirikan oleh Al-Habib Mahfudz bin Abdullah Al-Haddad. Resmi berdiri serta mulai membuka proses pendidikannya setelah mendapatkan izin resmi dari pemerintah Republik Yaman melalui ketetapan Mentri Pendidikan Yaman Nomor : 5 Tahun 1994. Dan telah terdaftar sebagai anggota Persatuan Universitas Arab (Ittihad Al-Jamiat Al-Arabiyyah).

Sunday, 25 August 2013

Mengenang 64 Tahun Pengibaran Sangsaka Merah Putih

Beberapa saat yang lalu kita baru saja selesai melaksanakan upacara kemerdekaan 17 Agustus 2013, bila dihitung-hitung sungguh tak terasa sudah 64 tahun berlalu sejak pengibaran bendera merah putih pertama di bumi Bulungan yang begitu khitmat terlaksana dibawah tekanan NICA dan semangat masyarakat Kesultanan Bulungan yang begitu menyala-nyala mendukung Republik Indonesia.

Tuesday, 13 August 2013

Padamu Negeri Ku Berjanji, Berbakti, Mengabdi

Padamu negeri kami berjanji
Padamu negeri kami berbakti 
Padamu negeri kami mengabdi 
Bagimu negeri jiwa raga kami - [Soul Of The Nation, Padamu Negeri By Kusbini]







Allah. Satu bait saja Kusbini mampu membuatku spechless tak mampu ucapkan kata-kata. Sederhana, namun mampu menyampaikan banyak makna bagiku. "Berjanji, Berbakti, Mengabdi", arrgghh, "Berjanji, Berbakti, Mengabdi Dengan Jiwa Raga".

Tuesday, 25 June 2013

Tips Menghadapi Keberangkatan Sekolah ke Luar Negeri

Bismillah. Walhamdulillah.

Pada postingan kali ini Kang Omen akan membahas apa saja sih yang harus dipersiapkan untuk ke luar negeri bagi teman-teman yang mau lanjut kuliah di luar Indonesia. Yang pastinya sangat penting buat teman-teman ketahui. Agar tidak menyesal di kemudian hari. heuheu

Monday, 17 June 2013

Subsidi BBM, Mensejahterakan Atau Menyengsarakan???

  Bismillah. Walhamdulillah.

  Beberapa bulan ini baik di jejaring sosial seperti twitter dan media berita online getol-getolnya membahas tentang polemik kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Antara pro dan kontra semua mengatasnamakan rakyat, kesejahteraan rakyat, subsidi BBM menjadi perdebatan petinggi negeri ini. Entahlah, mana yang tulus dan mana yang bulus.

  Pada opini saya kali ini saya sependapat dengan akun twitter @TrioMacan2000 tentang menaikkan harga dan mencabut subsidi BBM -baca kultwit Triomacan200 "Fakta Dibalik Harus Naiknya Harga BBM" disini!-. Banyak fakta menarik yang terlupakan atau memang sengaja dilupakan atau ditutup-tutupi dalam masalah BBM ini menurut Triomacan2000. Dan berikut sedikit catatan lain kenapa BBM harus naik menurut pandangan saya.

  Baiklah, pertama kali masalah peruntukan subsidi. Subsidi diperuntukkan untuk mengurangi beban kebutuhan pokok kalangan bawah atau miskin. Tapi faktanya penikmat subsidi adalah mereka kalangan menengah ke atas. Kendaraan bermotor mereka banyak yang meminum BBM subsidi, yang dikoar-koarkan atas nama rakyat. Tapi sayang rakyat yang mana? Yang kaya? Yang memiliki berbagai merek kendaraan?

  Yang kedua, negeri ini masih sangat terbelakang. Banyak daerah yang belum mempunyai fasilitas umum yang harusnya wajib dimiliki. Contohnya jalan, banyak daerah yang hanya bisa ditempuh dengan transportasi udara karena belum memiliki akses perjalanan darat apalagi air. Pembangunan negeri ini hanya berpusat pada Pulau Jawa, dan tidak sama sekali melirik pembangunan di Kalimantan apalagi Papua.

  Karena tak memiliki transportasi lain selain pesawat, tak heran di sebagian pelosok negeri ini harus membayar mahal bahkan lebih sepuluh kali lipat harga bahan pokok.Tak terkecuali harga BBM. Mereka sudah terbiasa dengan harga selangit, makanya tidak akan ribut dengan kenaikan BBM. Yang ribut bisa kita tebak. Adalah mereka yang berada di ibukota dan kota-kota besar lainnya negeri ini.

  Silahkan tanya saja pada mereka jika tak percaya. Saya yakin, mereka lebih setuju dana triliunan rupiah subsidi dari APBN dialihkan untuk membangun jalan, sekolahan, dan fasilitas umum lainnya di daerah mereka. Subsidi BBM, mensejahterakan apa menyengsarakan? Mensejahterakan pastinya jawab mereka yang di kota. Tapi apa kata mereka yang di pelosok negeri ini? Menyengsarakan!!!

  Bukalah mata anda, lihatlah sekitar. Berpikirlah tentang orang lain, jangan hanya memahami diri sendiri.

Friday, 14 June 2013

Pingin Pintar Apa Harus Menghapal???

  Bismillah wal hamdulillah.

  Dua pekan Kang Omen lagi sibuk-sibuknya menghadapi Final Exam untuk bisa naik tingkat kedua. Mendapat nilai di bawah minimum dan di-DO dari kampus adalah dua hal yang menjadi phobia saya terbaru. Takut mengecewakan mereka yang membiayai saya kuliah disini, guru-guru, orang tua, dan teman-teman yang selalu menyupport  saya selama ini.

Monday, 13 May 2013

Belajar Karna Ujian, Bukan Ujian Karna Belajar

Sedikit pengin nyurahin unek-unek yang udah lama membuncah di otak dan pikiran saya-sampe tumpah bro-heuheu. Tentang belajar, tentang kuliah, tentang pelajaran, tentang tugas, tentang ujian,ah semuanya lah, semua tentang PENDIDIKAN. Sumpah berat menjalaninya, walaupun udah bisa berlagak enjoy tapi secara pribadi ngga bisa ngebohongi diri sendiri bahwa itu sangat Menyusahkan, ini dialek kampung saya yang serumpun dengan melayu kalimantan.

 Ok, sesuai pembahasan kali ini tentang pandangan pribadi saya "Belajar Karna Ujian, Bukan Ujian Karna Belajar", mari baca dan pahami siapa tahu anda bisa tahu sedikit bagaimana saya. Sungguh ini adalah pengalaman pribadi saya yang BELAJAR HANYA DI HARI-HARI UJIAN, jadi tidak mungkin ada maksud menceramahi sahabat pembaca yang budiman. Ambillah sisi positif tulisan ini, yang negatifnya sila dampratin ke saya saja,heuheu.

Sangat dilematik saat saya harus melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi yang terkenal angker dengan tuntutan nilai dan absensi kehadiran 90%. Nilai harus mencapai tingkat minimum agar tidak tinggal kelas dan berbuntut DO dipulangkan ke Indonesia jika sampai dua kali tinggal kelas. Membayar 125 US dollar untuk satu pelajaran yang tidak mencapai nilai tuntas, dan bayaran lainnya seperti uang makan dan asrama. Belum lagi dengan kehadiran di kelas yang harus selalu sehat agar tak absen.Uh, menjadi siksaan batin jika ingat masalah-masalah itu.

 Lima menit membaca buku itu sangat lama rasanya jika dibandingkan di depan layar monitor surfing internet, atau main PES seharian. Tapi itu adalah kenyataannya, saya bukanlah Kutu Buku walaupun sangat suka membaca dan menulis. Kok bisa gitu? Ya, karna diktat atau buku-buku materi pelajaran di kelas bukanlah sumber bacaan yang menarik bagi saya. Terlebih jika banyak uraian yang bertele-tele, bisa dipastikan lima menit membaca kantuk pun melanda.

Membaca pelajaran yang telah diajarkan saja malas, terlebih yang belum diajarkan di kelas. Jadi, hari-hari biasa adalah hari yang mengasyikkan untuk mencari bacaan lain di internet atau buku-buku lainnya, tentang apa saja, tentang hukum, politik, sastra, dan IT. Atau yang lebih mengasyikkan lagi menggenggam  stick ps bermain PES 2013.

 Saat hari-hari ujian tiba, baik itu ujian bulanan atau ujian semester, adalah hari yang sangat menyebalkan karna harus membuka buku semalaman hingga esok siang menjelang ujian dilaksanakan. Nah, di hari-hari seperti inilah diktat yang terlihat mulus menjadi kumal karena akhirnya terbaca juga. Sibuk bertanya makna ini-itu kepada teman, atau terkadang sampai pinjam catatan teman. Sistem kebut semalam pun dilaksanakan. *Jangan ditiru adegan ini, hanya untuk yang sudah terbiasa , heuheu

  Pengalaman di atas itu adalah contoh Belajar Karna Ujian, Bukan Ujian Karna Belajar, yang saya alami sendiri. Padahal, seluruh petuah bijak baik itu dari guru, dosen, dan semua pengajar adalah "BELAJARLAH SUNGGUH-SUNGGUH TANPA ADA ALASANNYA, BUKAN KARNA ALASANNYA ADA". Belajarlah bukan karna menghadapi ujian, tapi jalanilah ujian karna kalian belajar.

Sekian, semoga bermanfaat buat teman-teman pembaca. Ada baiknya anda meninggalkan komentar untuk sumber motivasi bahkan insprasi bagi saya. Terimakasih.

Friday, 3 May 2013

Hilang Dialek Siap-Siap Kehilangan Identitas

 Adalah hal yang lumrah terjadi saat dialek seseorang berubah karna lingkungan baru.Terlebih jika sampai lama ia berdomisili disana, bisa dipastikan hilanglah identitas diri seseorang tadi. Mungkin ini adalah hal sepele bagi anda, namun tidak bagi saya. Dialek menurut saya adalah anugrah yang tertanam di lisan setiap insan sebagai pembeda antara kelompok dengan kelompok lainnya, suku dengan suku lainnya, bangsa dan bangsa lainnya. Menurut wikipedia  dialek (bahasa Yunani: διάλεκτος, dialektos), adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakai. Sebuah dialek dibedakan berdasarkan kosa kata, tata bahasa, dan pengucapan (fonologi, termasuk prosodi).

 Saya pernah berbincang-bincang dengan teman asal Jakarta. Ia menanyakan kenapa gaya bicara dan dialek saya berbeda dengan teman-teman Kalimantan lainnya yang identik dengan akhiran -lah -kah, sambil menirukan dialek Suku Banjar. Saya jawab, karna saya bukan orang banjar dan tidak hidup di lingkungan banjar. Memang, untuk daerah Kalimantan Timur bagian selatan sangatlah identik dengan dialek banjar tapi kaltim bagian utara -atau yang sekarang sudah menjadi provinsi baru Kalimantan Utara- memiliki dialek yang berbeda.

 Dialek saya adalah dialek asli Bulungan, kalau berbicara terdengar cepat dan memilik susunan kata (SPOK) yang unik. Dialek bulungan memiliki kemiripan dengan dialek negeri jiran Malaysia, demikian pula dengan daerah-daerah lain di kalimantan bagian utara.

 Alhasil bagi rekan pembaca yang budiman tetaplah jaga dialek bahasa anda, agar tidak hilang identitas diri anda.

Baca juga semua postingan tentang Bulungan berikut:

Hikayat Daerah Istimewa Bulungan 

Runtuhnya Kerajaan Bulungan 

Kerajaan Bulungan yang mulai terlupakan 

Sekilas Tentang Pondok Pesantren Al-Khairaat Bulungan 

Syekh Maulana Al-Magribi Salimbatu

 

 

 

 


[Khusus Pria] Yuk Nikah Murah Dan Poligami Disini !!!

"Maaf..Maaf  Baco kalau cuma tujuh juta
Tidak cukup biar mau sewa kursi sama tenda
BBM baru naik harga daging juga naik
Otomatis daging Becce juga pasti naik

Bapak minta minimal pannaik 70 juta

Bapak minta erang-erangnya 70 macam
Pestanya ya, minimal di Hall Room MPH
Artisnya ya, minimal konser 3 DIVA
Oh..Bapak tega-tegata Bapak
Takkala bunuhma Pak
Takkala hancurma Pak


Kenapa juga harus ada erang-erang
Kenapa juga pannaik harus banyak uang
Jadi kesannya Bapak kayak jualan orang
Kenapa tidak, Becce pajang saja di warung"

Demikian penggalan lirik lagu etnik bugis "Baco Becce 2" yang menggambarkan realitas adat pernikahan dewasa ini. Wanita lebih bisa dikatakan barang yang memiliki harga jual yang mengikuti harga BBM. Kenaikan BBM bisa menambah daftar bujang-bujang lapuk di negeri ini. Ok lah, berikut saya ngga mau berkomentar lebih lanjut tentang biaya nikah yang mahalnya selangit, tapi saya akan bagi info tentang daerah atau tempat yang memiliki biaya nikah relatif murah, sangat strategis untuk berpoligami sepengetahuan saya. heuheu

Setelah googling ke seluruh pelosok negeri dunia maya, nikah tidak ada yang bisa gratis seratus persen. Mungkin saja ada, tapi satu dari seratus ribu pernikahan yang terjadi di dunia ini. Jika anda memang ngebet menikah juga pasangan pun tak mau menunggu lama untuk bisa melangsungkan pernikahan. Silahkan langsung saja ke KUA (Kantor Urusan Agama) terdekat, karna biaya pernikahan dan administrasi hanya Rp.30.000,-. Jika memang tidak memiliki uang lebih, tak usahlah mengadakan acara Selametan dan lain-lain, toh itu hanya pelengkap kebahagiaan saja.



Menurut kabar yang saya dengar dan saya cocokkan dengan data-data yang terkumpulkan dari Eyang Google, pernikahan adat Minang sangat menarik buat anda yang cuma memiliki modal tampang dan dengkul saja. Suku Minangkabau memiliki tradisi pihak wanita yang melakukan pelamaran dan seserahan kepada pengantin pria. Nikmat bukan main, saya yakin disana tidak memiliki daftar panjang Bujang Lapuk. 

Nah, yang terakhir berikut ini adalah yang paling menarik dan -insya allah- cocok untuk berpoligami namun sayang bukan di Indonesia. Menurut kabar yang saya dengar dari dosen saya orang arab, Pakistan adalah negara paling murah biaya nikahnya. Cukup tiga ribu reyal yaman atau seratus lima puluh ribu rupiah sudah dapat menikah. Anda tidak perlu susah-susah untuk biaya pesta, dan tempat tinggal anda berumah tangga, karna semuanya ditanggung oleh pihak wanita.Dengan seratus lima puluh ribu sudah dapat satu istri, maka untuk mendapatkan empat pendamping hidup silahkan saja sediakan enam ratus ribu rupiah.

Sekian, mari kita pangkas daftar panjang Bujang Lapuk  di dunia ini.

Monday, 29 April 2013

Kenapa Kalian Harus Masuk Ahgaff?

ahgaff, ahgaff university, kampus syariah wal qonun, universitas al ahgaff
Kampus Fak Syariah dan Hukum Univ Al Ahgaff Yaman


Tulisan ini sengaja saya tulis, menanggapi pernyataan beberapa teman yang selama ini membanding-bandingkan, dan beranggapan bahwa belajar dengan iming-iming IJAZAH itu kurang AFDHOL. Padahal dari visi misi dansistem belajar Ahgaff dan Al Khairaat itu adalah SAMA. Dan berikut saya akan menjelaskan kesamaan itu menurut sudut pandang saya pribadi.

Apa itu Ahgaff dan siapa penderinya?
Tak kenal maka tak sayang, begitu penggalan pepatah lama. Ahgaff adalah universitas islam yang didirikan oleh Habib Abdullah bin Mahfud Alhaddad pada tahun 1994. beliau lahir di Mukalla, ibukota provinsi Hadhramaut Yaman. Dibesarkan di keluarga yang cinta akan ilmu pengetahuan, pendidikan beliau ditempa langsung oleh ayah beliau, hingga saat remaja mesantren di Ribath Tarim.

Dengan keluwesan ilmunya, beliau dipercaya menjadi mufti Hadhramaut. Rumah beliau selalu terbuka untuk mereka yang haus akan ilmu agama atau mereka yang membutuhkan fatwa atas suatu masalah. Kecintaan beliau akan ilmu pengetahuan dan dengan memanfaatkan kedudukannya sebagai seorang mufti, beliau menggagas dan mendirikan beberapa universitas di Hadhramaut. Seperti Universitas Hadhramaut, Ahgaff, Universitas Aden, dan masih ada beberapa lagi yang saya lupa namanya.

Untuk diketahui,hadhramaut dan Yaman pada umumnya, lebih dari 50% penduduknya tidak berpendidikan dan buta baca tulis -data ini saya dengar langsung dari dosen, sekaligus orang indonesia senior yg ada di Yaman, dan wartawan web berita www.indo.hadhramaut.info -. Di awal pendirian Ahgaff, yang fakultas Syariah dan Hukumnya didirikan di Tarim, Habib Abdullah Amhfudzz bannyak mendapat tentangan dari para habaib dan masyayikh Tarim. Dan beliau tak gentar untuk meneruskan pendirian Universitas Al Ahgaff. Untuk tenaga pengajar, beliau mendatangkan doktor-doktor dari Azhar mesir, Sudan, Aljazair, seperti Dr, Ahmad Ali Thoha Royyan. Yang menarik saat itu adalah saat Habib Abdullah Mahfudz meminta para habaib dan masyayikh tarim untuk ikut mengajar. Sempat ada penolakan, namun oleh Habib Abdullah Mahfudz diancam akan merekrut dosen-dosen dan Arab Saudi jika memang tidak ada yang berkenan. Dan alhamdulillah, pada akhirnya mereka pun menyutujui untuk mengajar di Ahgaff.
Kesamaan Visi-Misi dan Sistem Belajar Al Khairaat dan Ahgaff
Dewasa ini pendidikan agama yang klasik seperti membaca kitab salaf kurang diminati dan banyak yang meninggalkan dan beralih buku-buku modern dengan terjemahan yang amburadul dan sarat dengan paham sekuler. Alhasil, hampir seluruh pesantren di Indonesia berlomba-lomba mengemas se-apik mungkin agar tetap diminati. Seperti dicampur dengan kurikulum pemerintah dan sistem belajar mengajar di kelas. Dan memberikan ijazah yang dapat digunakan untuk masa depan santri, tak terkecuali Al Khairaat.
Guru Tua, sejak 1930 bergerilya mendirikan madrasah hingga akhir hayat beliau sudah membangun lebih dari 500 madrasah di Indonesia Timur dengan berbagai jenjang pendidikan hingga pendirian Universitas Al-Khairaat.
Seakan tahu akan tuntutan zaman, Guru Tua atau Habib Idrus bin Salim Aljufri dan Habib Abdullah bin Mahfudz berusaha memberikan terobosan dengan memberikan ijazah yang diakui di negaranya bahkan dunia.
Sistem belajar di Ahgaff sama seperti di Al Khairaat. Sama persis seperti Ustad Muthahhar Aljufri mengajar Gawaid di kelas. Baca kitabnya bergantian, kemudian kadang dituliskan di papan tulis untuk memperjelas dengan menggambarkan tabel atau pembagian hingga memudahkan dalam pemahaman.

Kenapa Kalian Harus Masuk Ahgaff
Zaman sudah berubah,kalian pintar tapi tidak punya hitam di atas putih. Tidak memiliki surat pengakuan bahwa kalian adalah orang yang berpendidikan. jarang yang mau memakai kalian, paling tinggi jadi pengurus masjid atau bagian urusan fardu kifayah yang berurusan dengan mayat atau sebagai tukang doa. Susah mendapat kedudukan, ini semua bahasa kasarnya.
Satu pejaran yang saya dapatkan dari ayah saya, kenal bukan? Di a mumpuni urusan agama, belajar kitab-kitab besar yang saya atau bahkan kalian sendiri belum pernah mempelajarinya. Namun,pendidikan formalnya hanya sampai kelas tiga SD. Di kalimantan, saya pernah diceritakan oleh ibu saya, kalau bapak saya pernah ditawari bekerja di Pengadilan Agama Tanjung Selor, dan itu tanpa tes. Tapi sayang karna tidak memiliki ijazah walau ijazah SD, maka tak jadilah bekerja di pengadilan agama. Dan pada akhirnya ayah saya mengajar di pesantren tanpa ijazah, dan bisa dipastikan hanya ayah sayalah yang tak memiliki ijazah.
Berlanjut ke Ahgaff, saat pendiriannya walaupun habaib dan masyayikh tarim bersedia mengajar, tapi tidak untuk memasukkan anaknya belajar di Ahgaff. Mereka lebih memasukkan anak-anak mereka ke Ribath Tarim dan Darul Musthofa yang notabene masih alami sufinya. Ada yang masuk dari Tarim, tapi saat itu hanya satu, yaitu Dr Ahmad Baudhon anak mufti tarim sekaligus dosen saya sekarang, selebihnya kebanyakan dari Mukalla, Indonesia dan lain sebagainya. Hingga hampir dua dekade mahasiswa Ahgaff masih didominasi oleh mahasiswa Indonesia yang kini mencapai kurang lebih 700 orang. Dan menurut pengakuan dosen asal Indonesia sekaligus wakil dekan fakultas syariah dan hukum, tahun ini adalh tahun terbanyak mahasiswa asal Tarim. Mereka berbondong-bondong kuliah di Ahgaff, karna sadar akan tuntutan zaman .

Kelebihan Kuliah di Ahgaff.
Kota tarim yang karismanya penuh dengan suasana keilmuwan, bak oase di padang sahara. Disana banyak majelis-majelis ilmu, dan semua ilmu dengan sudut pandang agama insya allah dengan mudah kita dapatkan disana. Kuliah yang terjadwal, dan peraturan yang bebas keluar masuk asrama di waktu yang dibolehkan (malam saja dilarang keluar), memungkinkan kita untuk bisa menimba ilmu di majelis ilmu lain, tidak hanya di kampus. Seperti belajar subuh di Darul Musthofa, atau sehabis magrib di Ribath.

"saat kita bersama para ulama kita adalah ulama, dan saat bersama orang-orang berintelektual kita adalah intelek" begitu h=ujar Habib Abdullah Baharun rektor Universitas Al Ahgaff sekarang.

Demikian coretan, semoga mencerahkan. Untuk lebih lanjutnya mari kita diskusikan di kolom komentar.
mukalla 29 april 2013 jam 2.53

Saturday, 20 October 2012

Stop Surfing Porn



Bismillah walhamdulillah. Semalam seperti malam-malam sebelumnya saya update berita terbaru di vivanews dan Republika Online. Berawal dari berita yang lagi hangat-hangatnya, masalah Gubernur Jakarta yang baru Jokowi kemudian terorisme di Poso. Bosan berita yang termuat di VivaNews itu-itu saja, lanjut ke Republika. Setelah membaca berita utama seputar haji dan sebagainya, saya tertarik membaca berita tentang  pornografi. Terus membaca berita-berita terkait, sampai saya ketemu berita tentang Remaja Negeri Jiran Yang Keranjingan Surfing Situs Cerita Porno.
Pertama kali baca dari judulnya, hati kecil saya berkata "Kenapa jauh-jauh ke Malaysia, di Indonesia sendiri dengan mudah kita dapatkan Cerita-cerita saru''. Dan benar,setelah saya baca lebih lanjut,tertulis
"Seorang pelajar sekolah menengah Rosli (15) seperti dikutip Harian Metro yang terbit di Kuala Lumpur, Rabu mengatakan, dia dan banyak lagi teman-temannya suka membaca cerita porno yang diunggahnya dari sebuah laman asal Indonesia karena bahasa yang digunakan mudah dipahami.
Menurut dia, ada ratusan cerita porno berikut gambar yang bisa dibaca di laman tersebut melalui telepon genggam.
"Dengan bayaran internet 17 ringgit per minggu tidak sukar untuk memasuki laman terkait hanya dengan memasukkan perkataan tertentu dalam bahasa Indonesia sebagai kata kunci," katanya.
Rosli mengaku, cerita porno dari Indonesia lebih disukai remaja dan pelajar seumuran dia karena bahasa yang digunakan lebih mudah dipahami.
"Kami tidak perlu pergi ke toko buku untuk mencari majalah, tapi hanya memerlukan waktu sekitar 30 detik untuk membuka laman tersebut setelah kita membuat bayaran," ujarnya."

Ya miris memang, tapi ini lah kenyataan. Tidak sedikit orang kita menyediakan cerita-cerita saru seperti ini. Baik di blogsite, wapblog, bahkan ada fanspage-fanspage facebook yang menyediakannya yang update hampir tiap hari. Ini sangat merusak generasi bangsa, jika dengan mudahnya dapat mengakses pornografi, bangsa kita akan makin terpuruk moral generasi-generasinya. 
Apa solusinya???Sampai saat ini hal ini belum ada jalan keluarnya
Mari kita mulai dari diri kita sendiri.. 


Sunday, 1 July 2012

Rahasia Mancing Ikan Salap

Tutorial ini terinspirasi dari hobi bapak saya,memancing. Mancing di laut,sungai,parit pokoknya yang berhubungan dengan masalah mancing bapak saya suka. Dan ini adalah salah satu kelebihan bapak saya. Sering saya dengar Tentang kehebatannya memancing, dan dapat saya buktikan dengan mata kepala saya sendiri bahwa itu seribu persen benar.


 Saat saya masih kecil masih sd,saya sering diajak bapak untuk mancing di sungai. Dan yang membuat saya takjub, terlihat di air sekitar senar pancingan banyak sekali ikan yang muncul layak mancing di kolam atau empang. Ikan-ikan berebutan umpan yang tertabur. Dan anda tahu, berapa banyak ikan yang kami dapat saat itu. Saat itu kami mendapat hampir satu karung ukuran 20kg penuh dengan ikan.


Tutorial memancing berikut bukan untuk semua jenis ikan,tapi khusus untuk memancing ikan salap,nama ikan yang saya ceritakan di atas. Ok,bagi anda yang belum tahu ikan salap,akan saya jelaskan sedikit mengenai  jenis ikan ini menurut pengetahuan saya. Ikan ini hidup di air tawar atau air sungai. Bentuknya seperti  ikan mas,nila,ikan putih,atau jelasnya berbentuk pipih dengan warna sisik  putih bersih mengkilat biasanya dan memiliki patin  berwarna merah ada kuningnya sedikit. Ikan ini kalau masih  kecil,anda perlu ekstra hati-hati saat memakannya karna memilik banyak tulang dan tulangnya bercabang. Tapi  jangan takut masalah rasa, ikan ini manis gurih apalagi kalau dibakar atau digoreng.


Lanjut pada inti,cara memancing ikan ini. Untuk memudahkan anda memancing,saya sarankan untuk menggunakan stik atau kayu pancingan dengan bambu dengan diameter 3 cm kira-kira,dan panjang krang lebih 2,5 meter. Gunakan senar ukuran ekstra kecil dengan panjang kira2 2 meteran,mata pancing kabon yang juga ukuran paling kecil,dan pemberat timah kecil(sebaiknya menggunakan timah bekas tempat balon2).


Selanjutnya umpan,ini adalah rahasia keunggulan tutorial ini. Umpan yang  akan digunakan adalah biji kapuk yang sudah dijemur kering,yang kemuidian diolah lagi hingga bisa dijadikan umpan. Silahkan sediakan biji kapuk kira2 setengah kilo,kemudia pilah biji kapuk 1/6 untuk direndam  dengan air panas hingga biji kapuk melembek dengan kadar bisa dipasang di mata pancing. Usahakan biji kapuk tersebut tetap terendam agar memudahkan saat  memancing.

Kemudian 5/6 biji kapuk sisanya lanjut kita sangrai atau  goreng tanpa minyak di wajan,agar lebih kering. Jangan lupa menggoyang-goyangkan  saat menyangrai hingga berbau.Kemudian biji kapuk yang telah disangrai selanjutnya  kita tumbuk dengan alu seperti menumbuk padi hingga halus. Setelah halus,persiapan telah selesai.



Terakhir cara memancing,dengan dengan pancing yang telah kita siapkan di atas. Taburkan bubuk biji kapuk di air yang akan kita pancingi. Gunakan biji kapuk yang sudah dilembekkan,letakkan di mata pancing. Mancinglah dengan kedalaman mata pancing kira-kira satu jengkal.Tips terakhir,jika anda ingin memancing ikan salap ini sebaiknya saat air sungai mau pasang atau mau surut. Dan air sungai saat keadaan jernih.


Ok sob, selamat mempraktekkan tutorial ini. Maaf jika saya tidak bisa memostingkan poto ,soalnya ngga punya potonya. Masa musti saya pulang ke indo dulu..hehe...
ok ya,,wassalam

Monday, 23 April 2012

Ya Waridal Unsi ( Qashidah Habib Ali Simthudduror)

Assalamu 'alaikum..
Saya adalah penikmat qashidah hadromiah,ato qashidah tanpa iringan hadrah atau apa pun jenis alat musik. Berikut ini adalah Qashidah milik Habib Ali Al Habsyi penggubah maulid Simthud durar ato yang jg  dikenal dengan maulis habsyi.Qashidah ini dilantunkan oleh Abdussalam elhassany,seorang penyanyi terkenal asal Maroko yang juga murid Habib Ali Al Jufri....



Sunday, 22 April 2012

Syekh Maulana Al-Magribi Salimbatu


(makam Syekh Ahmad Al-Magribi).

Bulungan-Banyak warga yang belum tahu jika ternyata Wali Allah yang dimakamkan di Desa Salimbatu atau yang dikenal makam Syekh Maulana Al-Magribi, bernama asli Syaid Abdudurachman Al-Idrus berasal dari Sulu Filipina Selatan, dan berjasa besar dalam menyebarkan Islam pertama kali di Bulungan.

Menurut keterangan yang berhasil dihimpun Koran Kaltim, almarhum Syech Syaid Abdudurachman Al-Idrus lebih dikenal dengan sebutan Al-Magribi tatkala beliau wafat. Konon saat prosesi pemakaman dilaksanakan, matahari seakan enggan masuk keperaduannya, karena menghormati kesolehan almarhum yang sepanjang hidupnya hanya dipergunakan untuk beribadah dan berbuat kebaikan kepada sesama.

Namun setelah warga yang ikut memakamkan pulang kerumah waktu sudah menunjukan pukul 08.00 Wita malam. Maka mulai semenjak itulah warga mengeramatkan makam Syech Syaid Abdudurachman Al-Magribi.

Untuk menyebarkan Islam ke Bulungan, Syech Syaid Abdudurachman Al-Idrus ditemani dua murid setianya yaitu Syech Al-Juhri dan Sultan Iskandar salah satu Sultan yang berkuasa di salah satu kerajaan di Sulu Filipina Selatan yang rela meninggalkan harta, keluarga dan kekuasaan yang dimilikinya hanya semata-mata kecintaan yang tinggi kepada Allah SWT.

Setelah Syech Syaid Abdududrachman Al-Idrus wafat, kedua muridnya tetap melaksanakan dakwah untuk mengajak umat islam mengikuti jejak keduanya untuk menegakkan agama Islam. Hingga akhir hayatnya Syech Al-Juhri dan Sultan Iskandar tetap bermukim di Desa Salimbatu diman makam keduanya berdampingan dengan makam sang guru yaitu Syech Syaid Abdudurachman Al-Idrus.

Juru kunci makam Abdul Majid mengatakan, keberhasilan dalam menyebarkan Islam di pesisir Bulungan dan sekitarnya tidak hanya bisa menggugah hati warga. Bahkan gaungnya juga bisa memasuki ke Keraton Kesultanan, dimana kebesaran Islam ini mulai besar di Tanjung Palas ketika era almarhum Sultan Kasimuddin memerintah, dimana satu-satunya Masjid yang dibangun pada masa itu masih bisa kita saksikan sekarang. “Bahkan masih layak untuk dipergunakan sebagai tempat ibadah bagi umat muslim setempat,” urainya. (sah/dari berbagai sumber).

source:http://muhzarkasy-bulungan.blogspot.com

Wednesday, 21 March 2012

Runtuhnya Kerajaan Bulungan

Dijelaskan dalam buku SEKILAS SEJARAH KESULTANAN BULUNGAN DARI MASA KE MASA yang ditulis oleh: H.S. Ali Amin Bilfaqih, S.Ip. bahwa peristiwa pembakaran dan penjarahan Kesultanan Bulungan terjadi pada tanggal 23-24 Juli 1964. Sejumlah kerabat dan keluarga Sultan ditangkap, terbunuh dan dinyatakan hilang tanpa status. mereka dituduh melakukan gerakan subversif BULTIKEN (Bulungan-Tidung-Kenyah).
Peristiwa ini terjadi setelah masa pemerintahan Sultan Maulana Muhammad Jalaluddin berakhir atau setelah beliau wafat (wafat pada tanggal 21 Desember 1958). Ketika beliau wafat status Bulungan masih merupakan Daerah Istimewa. Beliaulah kepala daerah istimewa Bulungan (DIB) yang pertama dan terakhir karena pada masa selanjutnya dengan Undang Undang Nomor 27 Tahun 1959, status DIB diubah menjadi Daerah Tingkat (Dati) II Bulungan dan ditetapkan Andi Tjatjo Gelar Datuk Wiharja (1960-1963) sebagai Bupati yang pertama. Pada masa selanjutnya Andi Tjatjo digantikan oleh: Damus Managing Frans (1963-1964). Setelah kurang lebih satu tahun beliau digantikan oleh: E.N. Zakaria Mas Tronojoyo (1964-1965). Kemudian secara berurutan hingga pejabat Bupati yang ke-11 (pada saat sekarang ini) adalah Drs. H. Budiman Arifin, M.Si. demikianlah catatan-catatan yang dihimpun dan ditulis oleh Bagian Humas Sekretariat Kabupaten Bulungan dalam Profil Kabupaten Bulungan (2008).
Komparasi data-data tersebut melahirkan analisa logis bahwa sistem pemerintahan kesultanan di wilayah Bulungan telah berakhir setelah Sultan Maulana Muhammad Jalaluddin wafat dan selanjutnya terjadilah sebuah tragedi yang mengenaskan dan tidak berperikemanusiaan itu pada masa transisi antara Damus Managing Frans dengan Mas Tronojoyo.
Kelanjutan dari peristiwa tragis itu seorang putra daerah (Iwan Samariansyah) dalam artikelnya yang ditulis pada sebuah blog ISANDRINESIA DIGEST (2007) memberikan informasi bahwa pada tanggal 1 Februari 2003 dalam acara Temu Kader Partai Golkar di lapangan Agathis Tanjung Selor yang dihadiri Akbar Tanjung, para aktivis dari Kabupaten Bulungan mengajukan gugatan yang dikenal dengan "Bulungan Menggugat". Mereka meminta agar Akbar Tanjung sebagai salah satu tokoh nasional mendukung rakyat di Kabupaten Bulungan menegakkan kebenaran dan keadilan di bumi Tenguyun dalam kaitannya dengan peristiwa sejarah yang pernah terjadi pada tahun 1964.
Dua pasal tuntutan mereka adalah:
(1) Agar pemerintah pusat menyampaikan permohonan maaf kepada ahli waris Kesultanan Bulungan atas terjadinya pembunuhan terhadap 50 orang keluarga Sultan Bulungan pada kejadian tahun 1964.
(2) Agar pemerintah pusat dapat memberikan ganti rugi yang layak atas hancur dan terbakarnya keraton kesultanan Bulungan serta dirampoknya harta benda kesultanan yang kini lenyap tak tersisa.
Terkait dengan hal tersebut sebenarnya Datoe Dissan Maulana dan Datoe Abdul Azis dalam wawancaranya dengan "Gatra.com" di situs gatracom (tertanggal 19 Desembar 2002) juga pernah menjelaskan bahwa runtuhnya kerajaan Bulungan, akibat ulah antek-antek PKI di bawah pimpinan Panglima Kodam Mulawarman, Brigjen TNI Soeharyo yang membakar dan menjarah isi istana. Bahkan, puluhan kerabat keraton dibunuh dengan tuduhan akan melakukan makar dan bergabung dengan Malaysia. Peristiwa subversif itu dikenal dengan "Bultiken" (Bulungan-Tidung-Kenyah). Puluhan kerabat keraton, serta ratusan rakyat yang tidak berdosa dibantai oleh serdadu tanpa proses pengadilan, dan mayatnya dibuang ke laut Tarakan. Bukti bahwa tuduhan makar itu tidak terbukti adalah adanya surat pernyataan minta maaf dari pasukan Soeharyo, serta pengembalian harta benda yang dijarah pada era Orde Baru, namun sebagian benda-benda berharga itu hilang.
Masih dari situs gatracom dijelaskan bahwa Dt. Dissan Maulana adalah putra ke-10 dari almarhum Sultan Maula Muhammad Jalaluddin. Sedangkah Datoe Abdul Azis adalah cucu dari almarhum Dt. Mansyur. Paling tidak, keterangan yang disampaikan oleh mereka memiliki tingkat validasi (keabsahan) yang tinggi. Begitulah sejarah yang mendorong kita untuk berpikir kritis dan apa yang kita lakukan saat sekarang ini adalah sajarah di masa datang. Apakah kita telah berlaku bijak dan bertindak adil? Maka hal tersebut dapat diukur dengan keadaan/kondisi saat ini apakah hari ini telah lebih baik dari pada masa lampau? Marilah kita persiapkan bekal untk generasi penerus demi kemajuan daerah di masa datang.

Source:http://sugeng-arianto.blogspot.com

Tuesday, 13 December 2011

Sekilas Tentang Pondok Pesantren Al-Khairaat Bulungan

 Al-khairaat ialah lembaga pendidikan islam terbesar yang berada di kawasan timur Indonesia.Pendirinya ialah Habib Idrus bin Salim Al jufri atau yang kerap disapa dengan sebutan "Guru Tua",seorang  muballigh ulung dari Hadramaut Yaman.Didirikan pada tahun 1930 berpusat  di Kota Palu Sulawesi Tengah,dan terus beranak pinak hinga kini hampir  berjumlah 2000 cabang yang tersebar di kawasan timur indonesia.


 Al-Khairaat di Bulungan Kalimantan Timur dibuka oleh Habib Idrus Aljufri pada tahun 1939,namun  hanya sebatas Madrasah Idtidaiyyah,di dua tempat yaitu di Tanjung Selor (Kampung Arab) dan di Tanjung Palas.




 Sebagai kelanjutan dari perannya,Al Khairaat di Bulungan yang gersang dari pendidikan agama islam.Dibukalah pada tahun 2003 Pondok Pesantren Al Khairaat  yang bertempat di Jelarai Tanjung Selor.Dibawah asuhan Ustadz Muthahhar Al Jufri,Pondok Pesantren Al-Khairaat  berjalan dengan metode  semi salafy-modern seperti kebanyakan pesantren-pesantren modern sekarang ini.


 Selain belajar kitab0kitab salaf atau yang dikenal juga dengan sebutan kitab kuning,para santri pun diajarkan pengetahuan umum layak sekolah-sekolah negeri.Dengan jenjang pendidikan menengah pertama SMP di bawah naungan Depdiknas,dan menengah atas MA di bawah naungan Depag.


 Delapan tahun Al Khairaat  berperan di  Bulungan,kini telah  memiliki santri sebanyak 150 santri,yang berasal dari  berbagai daerah utara Kalimantan Timur (Tarakan,Sebatik,Berau,Nunukan,Tana tidung),hingga  ada beberapa santri yang berasal dari negeri jiran Malaysia.Dan dari 150 santri seluruhnya dalam tanggungan yayasan ,atau gratis tanpa ada  pungutan biaya sepeser pun.


 Al-Khairaat bekerja sama dengan pemerintah bulungan,lima tahun terakhir ini  telah memberikan beasiswa belajar keluar negeri (timur tengah) bagi santri yang berprestasi.Dan beberapa beasiswa untuk melanjutkan  kuliah dalam negeri.