Tuesday, 14 January 2014

Antara Kasur Dan Makanan, My 1st Winter In Tareem

Antara Kasur Dan Makanan, My 1st Winter In Tareem Holla mas bro, mbak sis. Mekum!!! Apa kabar semua? Moga baik sajalah, heuheu.

 Udah lama ngga nulis celoteh yang sebenarnya ngga penting-penting amat juga sih untuk ditulis, apalagi dibaca. Tapi, saya tahu banyak orang-orang yang jauh di sana merindukan tulisan-tulisan saya, baik cerita atau pun oceh-ocehan saya,
haha #NoSirik #NoComment.Oke, seperti yang kalian udah baca judul di atas, "Antara Kasur Dan Makanan, My 1st Winter In Tareem," udah kebayang dong apa yang akan saya ceritakan di postingan kali ini? Pastinya ngga bakalan jauh pembasan kali ini dari musim dingin-ya iya lah, kan sekarang lagi musim dingin-, dan kasur dan makanan, nah lho hubungannya apa? Yuk baca postingan ini sampai habis, yang teliti biar ngga ada yang kelewat dan jangan lupa pake perasaan, heuheu.

 Sebelumnya, buat kalian yang belum kenal Kota Tarim berikut sekilas tentang beliau, heuheu emang manusia apa? Oke, Tarim adalah kota yang sangat bersejarah berada di selatan Republik Yaman, Provinsi Hadhramaut. Udah, gitu aja ya perkenalannya!? Untuk informasi lebih detailnya tentang Kota Tarim, kalian bisa lihat di Wikipedia-klik disini!-, Kompasiana-klik disini!-, atau Pondok Habib Web, heuheu #CumaSekilas.

 Singkat kata singkat cerita, tidak terasa sudah beranjak tiga tahun saya berada di Yaman, dan ini tahun pertama di Tarim, dua tahun sebelumnya saya jalani di Mukalla. Perbedaan cuaca antara Mukalla dan Tarim yang berbeda, karena Mukalla berada di pesisir pantai Laut Arab, sedang Tarim berada di lembah Hadhramaut, membuat saya merasa kini benar-benar di Timur Tengah. Soalnya di Mukalla cuacanya tidak begitu jauh dengan cuaca di Indonesia, bedanya hanya di hujan saja, heuheu.

 Awalnya, tahu bahwa Yaman memiliki musim dingin saya sangat senang sekali. Karena, kebayang pastinya asik berasa di Eropa, dingin, ada salju dan segala pernak-pernik musim dingin kayak di film-film. Eh ternyata, boro-boro ada salju melihat sesuatu yang membeku pun tak ada, yang ada cuma debu yang berterbangan sama suasananya seperti di musim panas. Tapi, dari musim dingin ini saya ada temukan fakta-fakta baru yang pastinya kalian sudah tahu. Soalnya You tahu sendirilah kalau saya ini paling lambat konek masalah ilmu, tapi kalau konak mungkin paling cepet, haha #OtakMesumPastiNyambung.

 Dari fakta-fakta itu misalnya, pada musim dingin matahari itu pasti terbitnya telat dan terbenam lebih awal. Intensitas produksi upil meningkat tajam, dan karena berbanding lurus dengan bahan bakunya, darah pun jadi upil. Musim dingin adalah waktu di mana cowok-cowok macho seperti saya berubah menjadi feminim, karena tiap pagi, sore dan malam sebelum tidur pasti pakai pelembab, aduh rempong deh bo'. Dan di mana saya merasa jijik ngelihat air, geli, sumpah jangan sampai nyentuh pas dingin-dinginnya.

 Dan untuk kali ini saya nobatkan kasur dan makanan sebagai juara setan terkeji di musim dingin, di antara merekalah kenikmatan surgawi dingin musim, haha. Kasur, pastinya tahukan? Nikmat sekali saat dingin menerjang kita berada di kehangatan di atas kasur di balik selimut, asli nikmat banget. Porsi memejamkan mata pun meningkat lebih dari 15%, haha.

 Dan untuk makanan, mungkin fakta ini yang belum terlintas di benak buat kalian yang belum merasakan musim dingin. Dulu saya pun beranggapan bahwa pasti enak sekali jika kita berpuasa di musim dingin, tidak terlalu kehausan pastinya dibandingkan puasa di musim panas. Memang sih kita tidak mudah haus, dan banyak mengonsumsi air seperti di musim panas. Tapi kenyataannya, saat musim dingin perutlah yang semakin intensif mencerna makanan dan mengeluarkannya dalam bentuk ta** (sensor bro, haha). Kita akan semakin konsumtif mengonsumsi apa saja yang bisa dimakan, kebalikan musim panas yang mudah haus, di musim dingin kita sangat mudah sekali lapar. Alhasil pengeluaran biaya untuk makan pun meningkat. Tidak sampai di situ saja, setelah kekenyangan mengonsumsi makanan godaan yang paling mustahil dapat ditolak adalah datangnya angin surgawi yang menuntun lembut menuju kasur, heuheu.

 Sekarang saya sedang semesteran, kasur dan makanan adalah godaan terberat saat seperti ini. saat saya dituntut lebih banyak belajar untuk menghadapi ujian, tapi tubuh ini tak mampu menolak godaan dua setan tersebut. Finally, minta do'anya ajalah dari teman-teman semua , supaya ujian saya lancar dan tidak sampai kena remidial apalagi sampai mengulang. Amin! Oke, makasih udah mau baca sampai habis heuheu.

2 comments:

Saya sangat membutuhkan komentar kritik dan saran atas apa yang telah anda baca, untuk meningkatkan kualitas coretan-coretan saya ini.
Catatan:
1. Maaf jika Livelink anda tidak akan bisa tampil di komentar blog ini.
2. Saya sarankan jika anda hanya blogwalking untuk menggunakan "name and url", karena blog ini do follow.