Monday, 23 April 2012

Ya Waridal Unsi ( Qashidah Habib Ali Simthudduror)

Assalamu 'alaikum..
Saya adalah penikmat qashidah hadromiah,ato qashidah tanpa iringan hadrah atau apa pun jenis alat musik. Berikut ini adalah Qashidah milik Habib Ali Al Habsyi penggubah maulid Simthud durar ato yang jg  dikenal dengan maulis habsyi.Qashidah ini dilantunkan oleh Abdussalam elhassany,seorang penyanyi terkenal asal Maroko yang juga murid Habib Ali Al Jufri....



Sunday, 22 April 2012

Syekh Maulana Al-Magribi Salimbatu


(makam Syekh Ahmad Al-Magribi).

Bulungan-Banyak warga yang belum tahu jika ternyata Wali Allah yang dimakamkan di Desa Salimbatu atau yang dikenal makam Syekh Maulana Al-Magribi, bernama asli Syaid Abdudurachman Al-Idrus berasal dari Sulu Filipina Selatan, dan berjasa besar dalam menyebarkan Islam pertama kali di Bulungan.

Menurut keterangan yang berhasil dihimpun Koran Kaltim, almarhum Syech Syaid Abdudurachman Al-Idrus lebih dikenal dengan sebutan Al-Magribi tatkala beliau wafat. Konon saat prosesi pemakaman dilaksanakan, matahari seakan enggan masuk keperaduannya, karena menghormati kesolehan almarhum yang sepanjang hidupnya hanya dipergunakan untuk beribadah dan berbuat kebaikan kepada sesama.

Namun setelah warga yang ikut memakamkan pulang kerumah waktu sudah menunjukan pukul 08.00 Wita malam. Maka mulai semenjak itulah warga mengeramatkan makam Syech Syaid Abdudurachman Al-Magribi.

Untuk menyebarkan Islam ke Bulungan, Syech Syaid Abdudurachman Al-Idrus ditemani dua murid setianya yaitu Syech Al-Juhri dan Sultan Iskandar salah satu Sultan yang berkuasa di salah satu kerajaan di Sulu Filipina Selatan yang rela meninggalkan harta, keluarga dan kekuasaan yang dimilikinya hanya semata-mata kecintaan yang tinggi kepada Allah SWT.

Setelah Syech Syaid Abdududrachman Al-Idrus wafat, kedua muridnya tetap melaksanakan dakwah untuk mengajak umat islam mengikuti jejak keduanya untuk menegakkan agama Islam. Hingga akhir hayatnya Syech Al-Juhri dan Sultan Iskandar tetap bermukim di Desa Salimbatu diman makam keduanya berdampingan dengan makam sang guru yaitu Syech Syaid Abdudurachman Al-Idrus.

Juru kunci makam Abdul Majid mengatakan, keberhasilan dalam menyebarkan Islam di pesisir Bulungan dan sekitarnya tidak hanya bisa menggugah hati warga. Bahkan gaungnya juga bisa memasuki ke Keraton Kesultanan, dimana kebesaran Islam ini mulai besar di Tanjung Palas ketika era almarhum Sultan Kasimuddin memerintah, dimana satu-satunya Masjid yang dibangun pada masa itu masih bisa kita saksikan sekarang. “Bahkan masih layak untuk dipergunakan sebagai tempat ibadah bagi umat muslim setempat,” urainya. (sah/dari berbagai sumber).

source:http://muhzarkasy-bulungan.blogspot.com

Monday, 16 April 2012

Nebeng Dor-doran





 Ini dy gan,yang paling ane dambain,megang dor-doran. Kalo di indo mana mungkin bisa megang2 gini. Jadi,kemaren waktu temen2 kelas ane lg tanding bola persahabatan ma Mahasiswa Yaman. Alhamdulillah,ane liat orang yg bawa senjata,jd nyempetin dah minjem.Perlu diketahui gan,disini senjata2 kayak ginian nii setiap rumah pasti punya. Menurut mereka perlu.

Wednesday, 4 April 2012

ZARKASYI VAN BULUNGAN: Hikayat Daerah Istimewa Bulungan

ZARKASYI VAN BULUNGAN: Hikayat Daerah Istimewa Bulungan: (Sultan Maulana Muhammad Djalaluddin, Kepala Istimewa Daerah Bulungan yang pertama sekaligus yang terakhir) Bicara tentang sejarah lawas m...